Raker Perdana Yayasan Attaqwa Nurul Fahmi (YANFA)

Article Image

Bekasi, Sabtu, 10 Januari 2026 — Yayasan Attaqwa Nurul Fahmi (YANFA) menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Yayasan perdana yang bertempat di Gedung SDIT Attaqwa Nurul Fahmi. Kegiatan ini dihadiri oleh 23 orang pengurus yayasan sebagai momentum awal penguatan tata kelola dan arah strategis yayasan.

Raker dibagi ke dalam dua sesi utama, yaitu sesi seremonial dan sesi pembahasan rapat kerja.

Sesi Seremonial

Acara dipandu oleh Ust. H. Imam Khoirul Fahmi, Lc. dan diawali dengan dzikir bersama yang dipimpin oleh Ust. H. Aang Kunaifi, S.Pd.I. Suasana khidmat mewarnai pembukaan kegiatan sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam mengawali langkah organisasi.

Selanjutnya, Pembina Yayasan, KH. M. Ahbab Akhfasy, S.Ag, menyampaikan sambutan dan pengarahan. Beliau menegaskan bahwa pendirian yayasan ini berangkat dari sebuah impian besar untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kepengurusan yayasan disusun dari berbagai unsur, baik keluarga maupun tokoh masyarakat, agar dapat bahu-membahu membangun yayasan secara kolektif.

Beliau juga menjelaskan makna singkatan YANFA (Yayasan Attaqwa Nurul Fahmi) yang dalam bahasa Arab bermakna “memberikan manfaat”. Makna tersebut menjadi ruh dan orientasi utama yayasan agar seluruh program dan aktivitasnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat.

Arahan dan Nasihat Dewan Penasehat

Arahan berikutnya disampaikan oleh Dewan Penasehat Yayasan, KH. M. Abdul Jabbar Majid. Beliau memberikan pemaknaan mendalam tentang organisasi, yakni kemampuan untuk menggerakkan banyak orang menuju satu tujuan yang sama melalui kerja sama, bukan berjalan sendiri-sendiri dengan tujuan yang berbeda.

Beliau juga menekankan pentingnya wakaf sebagai pilar keberlanjutan lembaga. Dicontohkan pengelolaan wakaf di Al-Azhar Mesir yang mampu menggerakkan berbagai lembaga di bawahnya secara mandiri dan berkesinambungan. Dalam konteks ini, beliau mengingatkan agar keuangan pribadi dipisahkan secara tegas dari keuangan wakaf, dikelola secara profesional dan transparan, sehingga nilai wakaf tetap terjaga dan kepercayaan publik semakin meningkat. Selain itu, pengelolaan dana investasi yang baik dinilai mampu mendorong kemajuan yayasan secara signifikan.

Beliau menambahkan pentingnya komunikasi organisasi, evaluasi kinerja pegawai, serta keterbukaan terhadap rotasi dan mutasi jabatan sebagai bagian dari proses perbaikan dan peremajaan organisasi. Dalam penutup arahannya, beliau mengutip filosofi Chairul Tanjung tentang dokter gigi: ketika ada bagian yang bermasalah, tidak serta-merta dicabut, tetapi diperiksa, dibersihkan, dan diupayakan sembuh terlebih dahulu; bila masih bermasalah, dilakukan perbaikan berulang hingga benar-benar tidak ada pilihan lain.

Sesi Pembahasan Rapat Kerja

Raker kemudian dilanjutkan ke sesi kedua, yaitu pembahasan rapat kerja yayasan, sebagai forum strategis untuk merumuskan arah program, kebijakan, dan langkah-langkah pengembangan Yayasan Attaqwa Nurul Fahmi ke depan.